Sebuah sudut tempat berbagi inspirasi, pengalaman hidup, Kisah-kisah motivasi dan berbagai macam hal baik.

Sebab-Sebab Kecintaan Allah Terhadap Hambanya

Sebab-Sebab Kecintaan Allah Terhadap Hambanya

Diposting Oleh Kiral Moerad Saturday, January 5, 2013 11 komentar
nasihat

Sebab-Sebab Kecintaan Allah Terhadap Hambanya merupakan wejangan yang disampaikan oleh Shiekh Abdul Qadir Jaelani kepada muridnya di madrasah Ma'murah Selasa sore 12 Syawal 545 Hijriah.
Ini saya kutip dari terjemahan kitab Beliau Al-Fathur Rabani, semoga bisa bermanfaat bagi kita untuk bisa MERAIH KECINTAAN ALLAH terhadap kita.

Sebelumnya saya pernah share tentang biografi dari Sheikh Abdul Kadir Jaelani, bagi anda yang ingin tahu lebih tentang beliau, silahkan di baca-baca dulu...

Berikut adalah Sebab-Sebab Kecintaan Allah Terhadap Hambanya

"Wahai Hamba Allah, dimanakah kamu meletakkan rasa penghambaanmu kepada Allah yang Haq, kamu adalah hamba yang lari dari Tuhan, kembalilah dengan segera kepada-NYA. Serahkan jiwamu untuk-NYA dan rendahkan dirimu dibawah perintah-NYA. Dan jauhkan dirimu dari larangannya. Bila hal ini telah kamu sempurnakan dalam dirimu, maka sempurnalah penghambaanmu kepada Allah S.W.T. Kemudian datanglah kecupan untukmu dari Allah Azza Wa Jalla."

Wahai hamba Allah, janganlah kamu kembali kepada DIA jika kamu masih mengharamkan segala kebaikan. Bersabarlah kamu bersama-NYA.
Allah Ta'ala berfirman.:
" wahai orang yang beriman, bersabaralah kamu semua, dan kuatkanlah kesabaran, dan tetapkanlah kesiapsiagaan, bertaqwalah kepada Allah, agar supaya kamu beruntung "(QS. Ali Imran :200)

Wahai hamba Allah, kamu semua diciptakan oleh Allah bukan untuk membuat kekacauan, kamu diciptakan bukan sekedar untuk permainan. Kamu diciptakan bukan sekedar untuk makan, minum, tidur, bukan sekedar untuk kawin dan berketurunan.
Ingat, jika hatimu melangkah menuju Allah satu langkah, maka Allah cinta kepadamu beberapa langkah. Akhirnya Allah akan memberimu rizki tanpa batas.
Allah telah berfirman :
" Dan Allah memberi rizki kepada orang-orang yang dikehendaki-NYA tanpa batas". (QS. Al-Baqarah :212)

Di dalam Hadist Qudsi Allah Ta'ala berfirman :
"Wahai anak Adam, apabila kamu ingat kepadaKU dalam keadaan sepi, AKU akan ingat pula kepadamu dalam keadaan sunyi sepi, dan apabila kamu ingat kepadaKU ditengah khalayak ramai, maka AKUpun ingat pula kepadamu ditengah-tengah khalayak ramai, dari tempat yang lebih baik dari tempatmu ingat kepadaKU ". (HR. Bazar, yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a)

Wahai Hamba Allah, bila orang-orang bodoh itu kamu pergauli, maka kejahilan mereka itu niscaya berbalik kepadamu. Bila ingin bertemu dengan orang-orang beriman, maka pergaulilah orang-orang beriman itu yang yakin, dan orang-orang yang beramal dengan ilmunya. Alangkah baiknya keadaan orang mukmin dalam segala gerak geriknya yang terpuji itu, alangkah kuat keteguhan mereka, dan alangkah kuatnya mereka dalam menahan hawa nafsunya, karna itu Rasulullah Shallallahualaihi wa Salam bersabda :
" Kegembiraan orang mukmin itu terukir diwajahnya, dan kesusahannya terurkir di dalam hatinya"

Begitulah keteguhan mereka itu ditentukan oleh keceriaan diraut wajahnya dan menyembunyikan sedih diantara dia dan Allah. Cita-cita mereka kekal, mereka banyak Tafakkur, banyak berzikir, banyak menangis namun sedikit tertawa.
Rasulullah Shallallahualaihi Wa salam, bersabda :
"Wahai hamba Allah, orang beriman itu menutupi sedihnya dengan riang dan berwajah cerah, jika jiwa luarnya bergerak, jiwa dalamnya bekerja yakni selelu ingat Allah di dalam hatinya"

Lahirnya untuk keluarga, batinnya selalu ingat kepada Tuhannya. Mereka tidak bersedia membuka rahasia keluarganya, tetangganya, anaknya dan sesama manusia.
Rasulullah Shallallahualaihi Wa salam, bersabda :
" Mintalah perlindungan kamu sekalian  terhadap urusannya dengan merahasiakannya"

Wahai hamba Allah, dengarlah kataku, beramallah karena Allah, sebelum ajalmu datang dalam waktu dekat ini. Gunakan sisa umurmu ini untuk bertaqwa kepada Allah. Apabila kamu tidak bertaqwa kepada Allah, maka kamu tidak akan mendapatkan kesentosaan di dunia dan akhirat. Taqwa/takut kepada Allah adalah menunjukkan pengetahuan yang dalam akan Allah Azza wa Jalla
Allah Ta'ala berfirman :
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambaNYA itu adalah orang-orang yang ber-ilmu"

Wahai Hamba Allah, orang yang takut kepada Allah itu hanya orang yang berilmu, mereka adalah golongan orang-orang yang beramal dengan ilmu dan memahami apa yang diamalkan. Mereka tidak mencari balasan dari Allah atas apa yang mereka kerjakan, tetapi mereka hanya mengharapkan keridhaan-NYA agar bisa dekat denganNYA.

Mereka menghendaki kecintaan, ikhlas, dan ingin terbukanya hijab yang menutupinya, Mereka menghendaki agar pintunya tidak tertutup dihadapannya, dunia dan akhirat. Mereka adalah sosok tubuh manusia yang takut kepada allah dengan takut yang sebenar-benarnya.
"Ya Allah, dekatkanlah kami kepadaMU, dan janganlah kami KAU jauhkan dari padaMU."

"Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di Dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksaan api neraka." (QS. AL-Bakarah :201)

Sekian untuk postingan ini, semoga kita bia MERAIH CINTA ALLAH agar kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang selamat dunia dan akhirat.
Untuk dimaklumi, sebenarnya ada bagian dari penjelasan Sebab-Sebab Kecintaan Allah Terhadap Hambanya yang saya tidak sertakan dalam tulisan ini, insyaAllah bagian tersebut saya akan post pada postingan berikutnya.

Wassalamualaikum...




Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul : Sebab-Sebab Kecintaan Allah Terhadap Hambanya
Ditulis/Disusun Oleh : Kiral Moerad
Tulisan Sebab-Sebab Kecintaan Allah Terhadap Hambanya pada Blog POJOK MOTIVASI ini memang di bawah DCMA Protected. Tapi Bebas kok di COPAS dan di posting Ulang asalkan link sumbernya tetap disertakan.

11 comments:

Annisa Muslima said...

Berteman dengan orang yang baik dan sholeh.

Rasulullah SAW bersabda : "Kawan pendamping yang soleh ibarat penjual minyak wangi. Bila dia tidak memberimu minyak wangi, kamu akan mencium keharumannya. Sedangkan kawan pendamping yang buruk ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak terjilat apinya, kamu akan terkena asapnya." (HR. Bukhari)

moerad qrad said...

terima kasih untuk tambahan ini neng Annisa....bener sekali ya, kalo dak kena api, minimal ada bau asepnya tetap ada....semoga kita dipertemukan dengan orang2 baik dan sholeh...aamiin

zaairul haq said...

wejangan yang sangat baik gan...terimakasih

BlogS of Hariyanto said...

terimakasih sudah memberikan pencerahan jiwa :-)

moerad qrad said...

terimakasih juga udah berkenan mampir di blog sederhana ini kang

muxlimo said...

Hoho.. sudah koleksi kitab dengan judul yang sama nih.. :2thumbup
jujur, Wet.. kitab ini sampai masuk ke daftar "warisan"-ku untuk anak-cucu lo :genit

moerad qrad said...

Wah wah....kerren emang ni kitab Kang....saya juga nemu dirak buku milik Ortu,,,

Edgar Ghifar said...

Alhamdulillah,,, ^^

moerad qrad said...

Alhamdulillah.... :cendol

jimmy ali ghuraisyah said...

sangat menyejukan Sekali.....thank Bro ...

Winarto TPA MHI said...

barokallohu fikum
atas tulisan yang gak semua orang bisa membuatnya...
sangat bermanfaat akhi....

Post a Comment